loading...
time 4 minggu yang lalu di topik #Aneh

Karena Mesntruasi Gadis 15 Tahun ini Diasingkan dan Akhirnya Tewas

loading...

Seorang gadis yang berusia 15 tahun, meninggal dunia karena diasingkan saat mengalami menstruasi. Ini karena masyarakat di tempat gadis itu tinggal masih percaya dengan praktik kuno yang meyakini bahwa wanita yang sedang menstruasi dan habis melahirkan atau nifas dianggap kotor dan harus diasingkan.

Begitu jugalah yang dialami oleh gadis ini. Ia diasingkan hingga akhirnya tewas. Kejadian ini terjadi di di Desa Gajra, Distrik Achham, 440 kilometer di barat Kathmandu, Nepal.

Praktik kuno ini disebut chhaupadi, di mana perempuan yang sedang menstruasi atau baru melahirkan dianggap ‘kotor’ dan harus diasingkan.

Sebenarnya praktik seperti ini sudah dilarang oleh pemerintah Nepal pada tahun 2005 silam. Namun, di desa-desa terpencil masih saja melakukan praktik kuno tersebut.

Masyarakat di sana percaya jika mereka akan mengalami kemalangan seperti bencana jika  ada perempuan yang sedang haid atau nifas hidup di antara mereka.

Saat diasingkan wanita haid tidak boleh makan seperti yang biasa mereka makan. Mereka hanya boleh makan roti atau nasi yang diasinkan.

Mereka juga dilarang ke kuil, memasak dan melakukan berbagai kegiatan seperti biasanya. Ini karena masyarakat percaya jika wanita haid mengambil air maka sumurnya akan kering, jika memetik buah maka buahnya tidak akan matang, jika menyentuh tanaman maka tanaman itu akan layu.

Perempuan yang mengalami haid nantinya akan diasingkan di sebuah gubuk kecil atau kandang sapi. Mereka akan hidup bersama hewan ternak dan kotorannya.

Mereka yang diasingkan kerap mengigil pada musim dingin dan tersengat terik pada musim panas. Bahkan banyak wanita yang jatuh sakit saat diasingkan.

Banyak juga wanita yang mengalami gangguan psikologis dan fisik akibat pengasingan ini. Masa haid dianggap sebagai waktu yang sangat menjijikan bagi kaum hawa.

Namun, pemerintah belum bisa berbuat banyak untuk menghapus praktik yang tidak benar ini. Karena praktik ini sudah terlanjur tertanam dalam budaya lokal.

loading...